Showing posts with label Olah Raga. Show all posts
Showing posts with label Olah Raga. Show all posts

Sunday, September 18, 2011

Reza Fahlevi Rajai Kejurda Balap Motor Seri III Aceh di Langsa

LANGSA – Pembalap nasional dari ART Istana Yamaha Banda Aceh, Reza Palevi GM Sell, merajai Kejuaraan Daerah (Kejurda) Balap Motor Seri Tiga Aceh, yang berlangsung di sirkuit buatan Lapangan Merdeka Langsa, Minggu (18/9/2011). Reza Palevi yang turun pada kelas MP 1 bebek 125 cc Tune Up Seeded dan MP 2 bebek 110 cc tune up seeded, berhasil menjadi juara pertama.

Sedangkan juara dua kelas MP 1 bebek 125 cc Tune Up Seeded adalah Suprianto Ilham dari team Capella Honda Racing Tim Banda Aceh, dan juara tiga ditempati oleh pembalap M Reza  dari team A2N ogex Speed Shop Banda Aceh.Kemudian untuk juara dua kelas MP 2 bebek 110 cc tune up seeded direbut, Fajar Fitriansyah, dari team Capella Honda Racing Tim Banda Aceh, serta juara tiga ditempati oleh Suprianto Ilham dari team Capella Honda Racing Tim Banda Aceh.

Pimpinan lomba, Buyung Gunadarma, kepada Serambi, mengatakan,  kelas MP 3 bebek 125 cc tune up pemula berhasil direbut oleh Pon C dari team H2N Banda Aceh, juara dua hadi renaldi dari team CRB Federal Oil Aceh Timur, serta juara tiga Goban dari team ART Istana Yamaha Banda Aceh. Kelas MP 4 bebek 110 cc tune up pemula A juara pertama direbut oleh, Pon C dari team H2N Banda Aceh, juara dua Dedi S dari team Champion Federal Oil Lhoekseumawe, dan juara tiga Robby Fernanda dari team Korwil Tamiang Aceh Tamiang.

Kelas MP 5 bebek 125 cc tune up pemula B juara satu ditempati oleh pembalap De’ Gam dari team ART Istana Yamaha Banda Aceh, juara dua Putra Maulana dari team  Aceh Jaya RT Aceh Jaya, dan juara tiga M Ikram dari team QL Motor Andesmont dari Banda Aceh. Kelas MP bebe 110 cc tune up pemula B juara pertama ditempati oleh pembalap Ferdian Hardy Satria dari team AKRT Kota Langsa, juara dua frid dari team SMR Banda Aceh, dan juara tiga Fatur dari team UC2BK Kota Langsa.

Kelas MP 7 matic standart s/d 130 cc, juara pertama direbut pembalap Alvin Arvinal dari team Roy Prima Motor MDN Langsa, juara dua Dimas Setiawan dari team Roy Prima Motor MDN Langsa. Kelas 4 tak tune up 125 cc pemula terbuka OMR Honda juara satu direbut pembalap Putra Maulana dari team Aceh Jaya RT, juara dua Andrian P dari team RPM Kota Langsa, dan juara tiga ditempati Aris TM dari team OKRT Langsa.

Kelas 4 tak 110 cc tune up pemula terbuka OMR Honda, juara pertama ditempati oleh Yudishtira dari team RRC Aceh Jaya, disusul juara dua Aris TM dari team OKRT Langsa, dan juara tiga Marandi Setiadi, dari team RMC NAD Banda Aceh. Kemudian terakhir kelas matic tune up 130 cc pemula terbuka OMR Honda, untuk juara pertama ditempati oleh pembalap Said Fadli dari team Famili Racing Team Banda Aceh, disusul juara dua Dedi S dari team Champion Federal Oil Lhoekseumawe, dan juara tiga ditempati oleh Yudistira dari team RRC Aceh Jaya.

serambinews.com

Thursday, September 8, 2011

Gaji Pemain Timnas Naik Tiga Kali Lipat

JAKARTA  - Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin membantah isu mengenai keterlambatan pembayaran gaji pemain tim nasional. Djohar menegaskan, gaji Bambang Pamungkas dan kawan-kawan justru naik tiga kali lipat.

"Tidak ada gaji pemain yang tersendat. Kami sudah bayar sebelum mereka pergi ke Jordania. Semua kami angkat tiga kali lipat dari yang mereka terima sebelumnya. Itu laporan dari bendahara. Saya juga cek kepada pemain," kata Djohar di Kantor PSSI, Kamis (8/9/2011).

"Bonus pun kami sudah umumkan. Kalau menang lawan Iran, kami janji kasih Rp 45 juta. Kalau menang di kandang, bonusnya Rp 40 juta. Kami tetap berikan penghargaan kepada mereka," sambungnya.
Setelah permainan buruk melawan Bahrain, tim sepak bola Indonesia dihadapkan pada sejumlah permasalahan internal. Hubungan antara pelatih dan pemain disebut-sebut kurang harmonis setelah Wim memarahi para pemain di ruang ganti. Muncul pula isu pemogokan pemain, tapi hal itu disanggah langsung oleh Djohar.

"Ya, semua pemain kecewa. Namun, inilah yang terjadi sebagai manusia, mungkin dia melepaskan rasa kecewanya. Tapi yang penting pemain dan pelatih fokus pada pertandingan yang tersisa," kata Djohar.

, KOMPAS.com

Tuesday, September 6, 2011

Presiden Marah Suporter Bakar Petasan dan Lempar Botol ke Lapangan

JAKARTA  - Tindakan suporter yang membakar petasan dan melempar botol air minum kemasan ke lapangan saat pertandingan Indonesia dan Bahrain, Selasa (6/9/2011) malam, membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampak marah. Presiden langsung meninggalkan podium tempat ia menonton bersama rombongan.

"Iya Presiden marah," kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalalahi saat dikonfirmasi wartawan. Sudi mengatakan, hal tersebut dipicu tindakan penonton yang tidak mematuhi peraturan dan tetap membawa barang-barang terlarang ke dalam stadion sehingga mengganggu jalannya pertandingan.

Pantauan Kompas.com, Presiden langsung berdiri saat melihat ada penonton di tribun seberang tempatnya menonton yang melemparkan botol kemasan air minum ke dalam lapangan. Sontak wajah Presiden marah dan menunjuk ke arah tribun penonton tersebut sambil berlalu meninggalkan tribun.

Begitu Presiden berdiri, polisi dan Paspampres langsung keluar lapangan dan mengawal Presiden meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno. Seluruh rombongan yang menyertai Presiden turut pulang, seperti Ibu Negara Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, Mendiknas Muhammad Nuh, dan beberapa pejabat lainnya.

Saat ditinggalkan Presiden, Indonesia tertinggal 2-0 dan tinggal meyisakan waktu babak kedua sekiyar 15 menit.

, KOMPAS.com 

Sunday, August 21, 2011

Skull Dukung Manajemen Baru

BANDA ACEH - Pascapeleburan Aceh United ke Persiraja Banda Aceh, para pendukung menyambut baik kesepakatan tersebut demi menjaga langkah Laskar Rencong di liga profesional musim depan.
   
Ketua Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (Skull), T Iqbal Djohan, Minggu (21/8), menyebutkan pihaknya menyambut baik langkah tersebut. "Hanya kami mewanti-wanti agar nama besar Persiraja itu tetap terjaga, meski sudah merger," katanya.
   
Kecuali itu, dia juga mengingatkan agar peleburan itu tidak merugikan Persiraja. "Syukur jika saling menguntungkan. Yang paling penting, harapan kami bisa ikut kompetisi musim depan," ujar Iqbal.
   
Memang harus diakui, jika tanpa merger, maka dipastikan Persiraja bakal absen dalam kompetisi nanti. Apalagi peleburan ini bukan berarti Laskar Rencong dijual kepada Aceh United.
   
"LPI atau Aceh United masuk ke Persiraja hanya mensupport dana agar roda Persiraja berputar," kata Presiden Klub AU, M Zaini Yusuf, kepada Waspada.
   
Disebutkannya, dikarenakan ini berbentuk Perseroan Terbatas, maka semua pendukung Persiraja boleh membeli saham. "Semakin banyak orang Aceh yang membeli saham maka semakin sedikit saham LPI/AU di klub," tukas dia.
   
Menurut Zaini, dewasa ini Indonesia sedang menuju industri sepakbola modern. "Jadi tidak ada sesuatu yang akan merugikan Persiraja dan pendukungnya. Tapi justru akan membuat Persiraja makin berkibar di liga pro Indonesia dan juga Asia," tukas dia.
   
Setelah merger, pihak LPI akan menyuplai dana kepada Persiraja. Rencananya, pihak LPI akan mensupport dana selama tiga tahun dengan rincian permusim Rp15 miliar plus garansi Rp5 miliar. Diperkirakan, setelah tiga tahun Persiraja sudah mandiri.
   
Sebelumnya, CEO LPI, Widjajanto, menambahkan kini Persiraja sudah bisa mengontrak pemain dan pelatih untuk persiapan liga profesional pada Oktober mendatang. "Nama liga dan mekanismenya akan diputuskan segera," kata dia. (b05)

waspada.online

Wednesday, July 13, 2011

Pemain Persiraja lima bulan belum gajian

BANDA ACEH - Pemilik Persiraja atau Pemerintah Kota Banda Aceh masih adem ayem menyambut promosi ke Liga Super Indonesia (LSI) musim depan. Bukan itu saja, pemain musim lalu juga mulai resah karena lima bulan gaji belum dibayar.

"Ada sekitar lima atau enam bulan gaji belum dibayar. Belum jelas bang, sudah kritis pula ini," ungkap Yudha Andika dan Irwanto kepada Waspada secara terpisah dari Banda Aceh, baru-baru ini.

Menurut Irwanto yang juga palang pintu tangguh Laskar Rencong itu, pembagian bonus hasil menjadi runner-up Divisi Utama juga tak jelas selain gaji yang belum dituntaskan. "Sudah lama nggak ada kabar," ungkap mantan pemain PSSB Bireuen itu.

Sementara itu, pendukung Persiraja yang tergabung dalam Skull melalui jejaring sosial mendesak manajemen segera menuntaskan hak-hak pemain. "Sepertinya pengurus tak menghargai jerih payah pemain yang sudah meloloskan tim ke ISL," sebut Abdul Aziz.

Pendukung Laskar Rencong ini juga menyayangkan sikap Wali Kota Banda Aceh yang juga Ketua Umum Persiraja, Mawardy Nurdin. Menyikapi masalah ini, Mawardy menjelaskan pihaknya mengharapkan bisa memanfaatkan alokasi bantuan APBA yang sudah diplotkan untuk membayar gaji pemain.

"Alokasi dana tersebut tiba-tiba dihilangkan pihak Dispora Aceh saat penyelesaian akhir. Kalau provinsi tak mau mengambil inisiatif, maka saya akan membuat pertemuan untuk membahas masalah ini," ujarnya.

Menyangkut komitmen Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Mawardy akan menagih kembali. "Selama ini beliau sibuk, nanti akan saya tanyakan lagi kesediaannya," ujar Mawardy.

Sekretaris Umum Persiraja, Drs Atqia Abubakar, mengatakan pihaknya sedang mencari sumber dana untuk membayar gaji pemain. "Kami harap pemain bersabar, karena sumber dananya dari pemerintah, jadi prosesnya agar susah," katanya.


waspada 

Sunday, May 8, 2011

Pengangguran di Aceh 171.000 orang

BANDA ACEH - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi mengatakan angka pengangguran di Aceh mencapai 171 ribu orang. Jumlah ini meningkat sekitar 9.000 orang dibanding Agustus 2010.

"Jumlah ini meningkat sekitar 9.000 orang dibanding Agustus 2010, yakni dari 162 ribu orang pada Agustus 2010 menjadi 171 ribu orang pada Februari 2011,” ungkap Syech Suhaimi.

Dikatakan, jumlah angkatan kerja di Aceh pada Februari 2011 mencapai 2,069 juta orang, bertambah sekitar 130 ribu orang dibanding jumlah angkatan kerja pada Agustus 2010 sebesar 1,939 juta orang.

Sementara jumlah penduduk yang bekerja di Aceh pada Februari 2011 mencapai 1,898 juta orang, bertambah sekitar 122 ribu orang dibanding keadaan pada Agustus 2010 sebesar 1,776 juta orang.

"Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Aceh pada Februari 2011 mencapai 8,27 persen, lebih rendah 0,1 persen dari TPT Agustus 2010 sebesar 8,37 persen," ujar Suhaimi.

Menurut Kepala BPS Aceh ini, situasi ketenagakerjaan Februari 2011 ditandai meningkatnya jumlah pekerja di beberapa sektor, seperti sektor industri pengolahan. Sedangkan penurunan jumlah tenaga kerja tertinggi terjadi di sektor konstruksi.

Berdasarkan survei, ungkap Suhaimi, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi di Aceh sanggup menampung tenaga kerja sekitar 22.770 orang. "Jadi untuk menampung 171 ribu tenaga kerja harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 7-8 persen," jelasnya.

 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan